Ada yang Berusia 88 Tahun, 185 Calon Jamaah Haji Salatiga Siap Berangkat ke Mekkah

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Dari total 185 calon jamaah haji asal Kota Salatiga yang siap berangkat ke tanah suci mekkah dalam kelompok terbang (kloter) 57 ternyata ada jamaah berusia 88 tahun.

Menurut Wiharso dari Kemenag Kota Salatiga, rencananya ratusan calon jamaah haji tersebut akan berangkat ke tanah suci pada 26 Mei nanti.

“Rombongan (calon jamaah haji) Kota Salatiga sudah dinyatakan lengkap secara syarat. Kondisi jamaah dalam keadaan sehat,” katanya, Senin (13/5).

Lebih lanjut Wiharso mengungkapkan bawah calon jamaah haji Salatiga tahun ini banyak yang berusia lanjut (lansia), maka Kemenag menempatkan petugas pendamping di dalam kelompok tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkot yang sudah memberikan bekal manasik kepada calon jamaah haji di tingkat kota maupun kecamatan, dan akan diberikan capacity building,” ujarnya.

Dalam kloter 57 ini, calon jamaah haji tertua berusia 88 tahun atas nama Zainal Mulazim warga Bugel, Sidorejo, Salatiga.

Adapun calon jamaah haji termuda berusia 27 tahun, yakni Putri Solekah Untung warga Ringinawe, Ledok, Argomulyo, Salatiga.

Sementara itu, dalam acara tersebut Pj. Wali Kota Salatiga Yasip Khasani mengucapkan selamat dan mendoakan semua jamaah calon haji Kota Salatiga dapat menjalankan ibadahnya dengan baik dan mendapat berkah.

“Saya  mengucapkan selamat, nderek bingah kepada seluruh jamaah calon haji Kota Salatiga yang insyaallah akan berangkat ke tanah suci pada 26 Mei 2024. Semoga selalu diberi kesehatan dan keselamatan dan dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar,” kata Yasip.

 Yasip juga mengingatkan bahwa haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang akan membawa manfaat besar bagi dirinya, keluarga dan lingkungannya.

“Semoga menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermakna, bermanfaat bagi sesama, terus menjaga toleransi dengan baik. Tidak usah takut, beribadah dengan baik dan selalu berkonsentrasi ibadah. Nanti ada yang mendampingi. Di sana harus semangat, harus ikhlas, dan yang paling penting lagi adalah bisa berempati dengan rombongan saudara,” ujarnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)