KPU Salatiga Sediakan Fasilitas bagi Pemilih Disabilitas saat Pemilu 2024

SALATIGA, Lingkarjateng.idKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga menyediakan fasilitas bagi khusus pemilih disabilitas sehingga memudahkan saat menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2024.

Ketua KPU Kota Salatiga, Yesaya Tiluata, menjelaskan bahwa di TPS yang terdapat pemilih disabilitas akan disediakan huruf braille agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar serta sesuai dengan pilihannya. Selain itu, pemilih disabilitas juga diperbolehkan didampingi satu orang pendamping saat menggunakan hak pilihnya nanti. 

“Ini fasilitas yang kami berikan kepada pemilih disabilitas agar bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihannya. Prinsipnya KPU akan mengakomodasi semua pemilih dalam menggunakan hak pilihnya,” jelas Yesaya disela acara simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 di Aula Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga pada Rabu, 27 Desember 2023.

Yesaya menjelaskan, jumlah pemilih disabilitas di Salatiga pada Pemilu 2024 terdapat sekitar 1.000 orang lebih. Mereka tersebar di empat wilayah kecamatan.

“Jumlah (pemilih disabilitas) persisnya saya tidak hafal, sekitar 1.000 (orang) lebih sedikit. Kami akan memfasilitasi para pemilih disabilitas agar bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihannya masing-masing,” terangnya.

Sementara itu Komisioner KPU Kota Salatiga Dewi Retnowati menambahkan, sesuai regulasi pemilih penyandang disabilitas bisa didampingi oleh pendamping saat menggunakan hak pilihnya di TPS. Pendampingnya diutamakan dari pihak keluarga pemilih. 

“Jika tidak ada pendamping dari pihak keluarga, bisa didampingi oleh petugas Linmas dengan persetujuan yang bersangkutan,” ujarnya. 

Dewi juga menjelaskan pelaksanaan simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 untuk mengukur waktu pelaksanaan saat penyelenggaraan pesta demokrasi pada 14 Februari 2024. Di samping itu juga untuk latihan petugas KPPS.

“Dalam simulasi ini melibatkan 242 orang pemilih yang masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap). Simulasi berjalan lancar, tidak ada kendala. Pemilih juga bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar,” ucapnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Koran Lingkar)