Kunjungi Salatiga, Wakil Menteri Desa Sebut Kualitas SDM di Desa Perlu Ditingkatkan

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Paiman Raharjo menilai sumber daya manusia (SDM) di desa perlu ditingkatkan.

Hal itu disampkaikan oleh Paiman usai menjadi narasumber Studium Generale dan Praktisi Mengajar di kampus UKSW Salatiga, Selasa (16/5).

Harapannya dengan adanya SDM yang berkualias akan memacu masyarakat untuk mengembangkan dan membangun desanya serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Peningkatan SDM bagian dari penanganan permasalahan pembangunan desa. SDM di desa memang perlu ada penguatan kualitas.  Sehingga orang-orang desa tidak selalu ingin hijrah ke kota-kota (urbanisasi),” katanya.

Menurutnya, apabila kualitas SDM desa sudah meningkat dan handal, tentunya mereka akan bisa membangun dan mengembangkan desanya sendiri tanpa harus mengandalkan SDM dari kota.

Alhasil masyarakat bisa mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan di daerahnya sendiri.

Paiman menyatakan, pemerintah terus menggenjot upaya perwujudan desa mandiri. Tujuannya agar masyarakat memiliki sebuah kemandirian di dalam menggali potensi desanya.

 “Pemerintahan sudah benar-benar berupaya mewujudkan desa. Sekarang jumlah desa mandiri mencapai ribuan yang tadinya hanya ratusan desa mandiri,” ucapnya.

Lebih jauh Paiman menyatakan, peningkatan kualitas SDM desa perlu keterlibatan akademisi. Untuk itu, peran serta perguruan tinggi sangat dibutuhkan.

 “Kami minta perguruan tinggi ikut berperan dalam peningkatan kualitas SDM desa,” katanya.

Disamping penguatan SDM, Paiman juga menilai infrastruktur ditiap desa harus ditingkatkan. Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran dana desa yang peruntukkannya untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

“Memang masih ada perdebatan penggunaan dana desa. Padahal kami  sudah membuat ruang lingkup melalui SK Menteri dan sudah jelas aturannya. Tapi masih ada beberapa kepala desa yang tidak melaksanakan  ruang lingkup yang sudah kita buat,” ujarnya.

Paiman mencontohkan penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan ketentuan. Antara lain sebagian dana desa digunakan untuk program bedah rumah.

“Dana desa sebenarnya bukan diperuntukkan untuk bedah rumah. Bedah rumah merupakan program dari Kemensos,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UKSW Salatiga Intiyas Utami menyatakan, pihaknya mendukung langkah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk meningkatkan SDM desa. UKSW telah melaksanakan program peningkatan SDM desa melalui riset di daerah Ende, Nusa Tenggara Timur.

“Itu (program peningkatan SDM desa) sudah kami laksanakan. Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan SDM desa,” tandasnya.  (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)