Program Sinisa Salatiga Dorong Warga Tingkatkan Literasi di Lingkungan Keluarga

SALATIGA, Lingkarjateng.id Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga menggulirkan program Literasi Dini Salatiga (Sinisa) untuk mengembangkan literasi sejak dini dan meningkatkan kecerdasan anak.

Kepala Dinpersip Kota Salatiga, Sri Sarwanti, mengatakan akses bacaan tidak hanya dipusatkan di perpustakaan daerah tetapi juga membagikan buku Sinisa untuk anak usia dini di Salatiga. Adapun buku bacaan yang diberikan berkonsep lokalitas Salatiga.  

“Buku ini ditulis, dicetak, diilustrasikan oleh sumber daya yang ada di Salatiga dengan menampilkan beberapa ikon Salatiga seperti pohon pengantin, tugu bundaran, monumen Lapangan Pancasila, Kali Wedok Kalitaman, Watu Rumpuk, Taman Tingkir dan lingkungan lain yang dekat dengan keseharian anak-anak,” terangnya, Kamis, 7 Maret 2024.

Sri menjelaskan, program Sinisa hadir dengan konten untuk memperkaya kecerdasan anak. Ada beragam aspek kecerdasan mulai dari kecerdasan linguistik, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, serta kecerdasan intra personal dihadirkan dalam isi buku Sinisa.

Dengan hadirnya buku Sinisa ini anak-anak Salatiga akan memiliki buku pertamanya. Harapannya dengan program ini memberikan imbas dalam peningkatan literasi anak usia dini di tingkat keluarga. Dengan demikian akan mendukung terciptanya keluarga literasi di Salatiga.

“Usaha peningkatkan literasi di keluarga dilakukan dengan melakukan sinergi bersama Bunda Literasi. Pelibatan Bunda Literasi di setiap kelurahan membantu pendistribusian buku Sinisa kepada masyarakat. Dan pendampingan dalam membaca buku Sinisa di keluarga menjadi suatu hal yang harus dilanjutkan terus menerus,” ujarnya.

Sri Smenyatakan, untuk mencetak generasi literasi harus dimulai dari keluarga. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan menambah titik-titik baca di penjuru kota guna menunjang upaya peningkatan literasi.

“Tahun ini akan hadir Perpustakaan Kita. Itu sebuah platform perpustakaan digital di area publik. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan akses bacaan dari koleksi digital perpustakaan, dengan hanya scan barkode QR dengan perangkat masing-masing,” terangnya.

Diharapkan kemudahan akses membaca buku akan berimbas pada kebiasaan membaca masyarakat Salatiga.

“Kami juga telah mengadopsi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dimana perpustakaan ikut memberdayakan masyarakat rentan untuk dapat mengakses sumberdaya yang ada di perpustakaan,” tandasnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)