Arsip Kategori: Jawa Tengah

Berita jawa tengah hari ini

Digodok Matang, Pemprov Jateng Siap Gelar Pilkada Serentak 2024

JAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyatakan kesiapannya menggelar Pilkada Serentak 2024. Adapun kesiapan tersebut meliputi segala aspek mulai dari koordinasi, anggaran, hingga masalah pengamanan.

Penjabat (Pj.) Gubernur Jateng Nana Sudjana mengungkapkan kesiapan tersebut dalam keterangan kepada wartawan, Senin (27/5), di Istana Negara, Jakarta, setelah menghadiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Summit 2024 dan Peluncuran GovTech Indonesia.

Menurut Nana Sudjana, Pemprov Jateng telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Daerah (KPUD), serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Jadi, Jawa Tengah sudah siap untuk pelaksanaan Pilkada 2024,” ungkapnya.

Terkait dengan pengaturan anggaran, Nana menyatakan bahwa Pemprov Jateng telah menyiapkan dana yang cukup untuk membiayai pelaksanaan Pilkada di wilayahnya.

“Anggaran sudah kami selesaikan, artinya sudah lama kami selesaikan dalam rangka pembiayaan pelaksanaan pilkada dalam hal ini pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati dan wali kota,” jelasnya.

Pengamanan juga menjadi fokus, di mana Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Pilkada. Fasilitas untuk penyelenggara pemilu juga telah disiapkan dengan baik.

“Fasilitas baik itu untuk penyelenggara pemilu itu pun sudah kami lakukan, sama halnya dengan bantuan-bantuan dari pemprov kepada TNI/Polri dalam hal pengamanan pelaksanaan pilkada,” tambah Nana.

Dengan persiapan yang matang ini, Pemprov Jateng menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan pilkada mulai dari tahap pendaftaran hingga pelantikan.

“Jadi, pada dasarnya kami sudah melaksanakan rapat koordinasi, kemudian kami sudah membantu fasilitas, lalu juga anggaran dan Jawa Tengah secara terpadu kami akan selalu kompak dan kami siap untuk melaksanakan penyelenggaraan mulai dari tahapan-tahapan awal hingga pelantikan,” tegas Nana.

Meskipun telah ada enam calon Gubernur Jateng berdasarkan hasil survei, Nana menegaskan bahwa politik adalah dinamis, dan masih ada kemungkinan munculnya nama-nama lain dalam bursa calon Gubernur Jateng.

“Namun, kembali bahwa politik itu dinamis dan masih ada waktu dan masih ada kemungkinan yang belum muncul,” ungkapnya.

Perlu diketahui, KPU telah menjadwalkan pemungutan suara untuk Pilkada 2024 pada tanggal 27 November 2024. (Lingkar Network | Anta – Lingkar.news)

Dukungan Terus Mengalir, Warga Sragen Bentuk ‘Kampung Mas Dar’ untuk Sudaryono di Pilgub Jateng

SRAGEN, Lingkar.newsSejumlah warga di 20 kecamatan se-Kabupaten Sragen punya cara kreatif memberikan dukungan kepada Ketua DPD Partai Gerindra Sudaryono untuk maju sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jateng.

Sejumlah warga bersepakat membentuk Kampung Mas Dar se-Kabupaten Sragen sebagai basis konstituen dari putra ideologis Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, itu di Pilgub Jateng. Adapun Mas Dar merupakan sapaan akrab Sudaryono.

“Hasil dari deklarasi ini, kami bersepakat siap membentuk Kampung Mas Dar di desa masing-masing,” kata Setyo Widodo selaku deklarator di Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Sragen, Jateng, Minggu, 26 Mei 2024.

Menurutnya, melalui Kampung Mas Dar ini pihaknya akan mensosialisasikan serta mengenalkan lebih dekat lagi sosok Sudaryono kepada warga di kampung masing-masing.

“Melalui kampung yang akan kami bentuk ini, kami siap memenangkan Bapak Sudaryono sebagai Gubernur Jateng,” katanya.

Ia melanjutkan Kampung Mas Dar pertama yang didirikan di Sragen berada di Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, sesuai kesepakatan yang diambil oleh perwakilan warga dari 20 kecamatan tersebut.

“Kampung Mas Dar yang dideklarasikan masyarakat itu mewakili masyarakat semua kecamatan yang ada di Sragen. Harapannya ke depan mereka akan melakukan deklarasi di desa masing-masing,” ujar Widodo menegaskan.

Deklarasi Kampung Mas Dar ini juga turut dihadiri oleh Ketua DPP Tani Merdeka, Don Muzakir. Ia pun memuji cara kreatif masyarakat Sragen dalam memberikan dukungan kepada Mas Dar.

“Kampung Mas Dar ini cara kreatif dan otentik dari warga yang benar-benar menginginkan Mas Dar sebagai Gubernur Jateng. Sangat menginspirasi dan selaras dengan visi Mas Dar yang Insya Allah ke depan akan mampu membawa perubahan di Jateng khususnya di Sragen,” ungkap Don Muzakir.

Don Muzakir menambahkan, Sudaryono mengirimkan salam kepada warga Sragen yang sudah berinisiatif memberikan dukungan.

“Mas Dar menitipkan salam buat bapak ibu semua. Nanti kita jadwalkan Mas Dar hadir di tengah-tengah kita semua,” tegas Muzakir.

Sekedar informasi, dukungan terhadap Sudaryono untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah sampai saat ini terus mengalir. Bukan hanya elemen masyarakat, sejumlah petani, pedagang pasar juga ikut memberikan dukungan.

Bahkan ulama kharismatik di Pekalongan, Habib Luthfi bin Yahya memerintahkan Sudaryono untuk terus bersemangat maju sebagai calon Gubernur Jateng. Hal itu disampaikan Habib Luthfi saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal Nderek Guru (Ndaru) di Guci, Tegal baru-baru ini.

“Niati Jateng 1, kencengi (ikhtiarnya),” kata Habib Luthfi bin Yahya kepada Sudaryono. (Lingkar Network | Lingkar.news)

Pesona Pantai Clumik, Wisata Hidden Gem di Jepara

JEPARA, Lingkar.news Kabupaten Jepara terkenal kaya akan wisata pantainya. Salah satunya adalah Pantai Clumik, terletak di Desa Karang Kebagusan, Kecamatan/Kabupaten Jepara yang sedang viral karena menyuguhkan keindahan matahari terbenam disertai deburan ombak.

Pantai Clumik bisa dikatakan wisata hidden gem (permata tersembunyi) di Kabupaten Jepara karena belum banyak pengunjung dan belum tersohor seperti Pantai Telukawur dan Bandengan. Kendati demikian, Pantai Clumik tidak kalah eksotis dengan pantai-pantai di Jepara lainnya.

Memiliki pasir putih dan bersih menjadikan pengunjung betah berlama-lama di Pantai Clumik. Selain itu, pengunjung juga diperbolehkan berenang di tepian pantai. Tersedia pula berbagai fasilitas untuk sekadar nongkrong sembari menikmati matahari terbenam. 

Farid, salah seorang warga sekitar mengatakan bahwa dulunya area Pantai Clumik merupakan pekarangan kosong yang tidak terurus. Kemudian ia bersama warga lainnya, berinisiatif untuk membersihkan lahan dan membuka wisata baru di Jepara.

“Kami dulu kerja bakti untuk membersihkan lahan kosong ini. Kami juga iuran dalam membangun akses jalan menuju area pantai ini,” ucap Farid di Jepara, Jumat 24 Mei 2024.

Ia mengakui bahwa Pantai Clumik memang belum banyak diketahui masyarakat luas. Meskipun demikian, ia yakin suatu saat nanti Pantai Clumik akan tenar seperti pantai lainnya di Jepara.

Jika berkunjung ke Pantai Clumik tidak perlu khawatir kelaparan karena Farid dan warga sekitar membuka warung di sekitar objek wisata tersebut.

“Kami menjual minuman dan makanan ringan yang sangat terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah. Selain itu, kami menyediakan menu seafood (makanan laut) harga kaki lima rasa bintang lima,” jelasnya.

Sementara itu, Puja salah seorang pengunjung mengaku mengetahui Pantai Clumik dari media sosial (medsos). Karena rasa penasaran, ia bersama kedua temannya mengunjungi Pantai Clumik sembari menenangkan pikiran selepas pulang kuliah.

“Pantai ini tidak terlalu ramai, jadi enak buat santai. Jujur, kami tidak suka keramaian,” kata Puja yang merupakan mahasiswa di salah satu universitas swasta di Kabupaten Jepara.

Puja berharap, Pantai Clumik dapat dikelola lebih baik lagi terutama dalam hal kebersihan. 

“Semoga ke depannya pantai ini bisa dikelola dengan baik. Khususnya terkait pengelolaan sampah di sekitar pantai,” imbuhnya. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Lingkar.news)

10 Ribu Pekerja Rentan di Demak Didaftarkan Program Jaminan Sosial, Biaya Ditanggung Pemkab

DEMAK, Lingkar.news – Puluhan ribu pekerja rentan di wilayah Kabupaten Demak mendapatkan perlindungan dengan diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Dalam hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus berkomitmen dan berupaya untuk menyejahterakan masyarakatnya, khususnya bagi pekerja.

Plt Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) Kabupaten Demak, Agus Herawan, menyampaikan bahwa di tahun 2024 tercatat ada sepuluh ribu pekerja rentan yang didaftarkan dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Bpjamsostek) dengan anggaran senilai Rp2 miliar.

Menurutnya, program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja informal merupakan tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Tahun 2024 ini, sebanyak 10 ribu pekerja rentan yang dilindungi dan kami daftarkan ke Jamsostek. Untuk anggaran premi senilai Rp2 miliar di tahun ini,” ujar Agus dalam rakor program jaminan sosial di Aula Dinsos, belum lama ini.

Para pekerja rentan tersebut diikutkan dalam dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dengan biaya premi setiap orang Rp16. 800/bulan yang ditanggung oleh Pemkab Demak dalam kurun waktu satu tahun.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak Ali Makhsun mengatakan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan sangat bermanfaat bagi para pekerja dalam memberikan perlindungan atas risiko-risiko yang terjadi dalam hubungan pekerjaan.

“Dengan adanya perlindungan ini, mereka bisa bekerja dengan tenang tanpa rasa khawatir, jika terjadi kecelakaan kerja atau kematian, keluarga mereka masih mendapatkan jaminan, sehingga tidak menimbulkan kemiskinan baru,” ujarnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar data penerima program tersebut harus terus diperbarui, sehingga dengan anggaran senilai Rp2 miliar tidak terbuang sia-sia.

“Data selalu diperbarui, termasuk pelaporan jika ada penerima yang meninggal, agar anggaran tidak terbuang sia-sia, karena anggaran premi selama setahun mencapai Rp2 miliar,” tuturnya.

Disisi lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit, Farah Diana, menjelaskan banyak manfaat yang didapatkan oleh peserta yang terdaftar di dalam program tersebut.

“Jika mengalami kecelakaan kerja dan harus menjalani pengobatan, BPJS Ketenagakerjaan menanggung biaya pengobatan tanpa batasan. Apabila kecelakaan kerja hingga meninggal dunia, penerima mendapatkan santunan kematian mencapai Rp70 juta,” jelasnya. (Lingkar Network | M Burhanuddin Aslam – Lingkar.news)

Perkuat Persyarikatan, Muhammadiyah Pati Gelar Rakerpimda untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Anggota

Pati, Lingkar.news – Dalam rangka memperkuat dan meningkatkan agenda persyarikatan Muhammadiyah di tahun 2024, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pati mengadakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpimda).

Mengusung tema “Sinergitas Penguatan dan Peningkatan Jamaah, Jam’iyah, dan Jariyah”, Rakerpimda diselenggarakan di ruang Setda Penjawi Kabupaten Pati pada hari Kamis (23/5) pagi.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Pati M. Luqman mengapresiasi terselenggaranya Rakerpimda. Menurutnya rapat ini dapat meningkatkan sinergitas serta integritas antar lembaga dan majelis di persyarikatan Muhammadiyah

“Bersyukur dipertemukan di tempat yang sejuk dalam mengikuti Rakerpimda. Semoga hasil ini dapat meningkatkan integritas dan sinergis. Dan saya mengapresiasi kepada Bapak/Ibu para pimpinan cabang, pimpinan lembaga dan majlis,” tutur M. Luqman.

Ia menambahkan, giat tersebut terselenggara dalam rangka merealisasikan program yang diamanahkan dalam Musyawarah Daerah (Musyda), serta diharapkan dapat diimplementasikan ke masing-masing cabang, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas anggota.

Perkuat Persyarikatan, Muhammadiyah Pati Gelar Rakerpimda untuk Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Anggota 5

Dalam kesempatan ini, PDM sekaligus melaunching program gerakan infaq berkemajuan dan membentuk Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam).

Luqman berharap, seluruh program Unit Pembantu Pimpinan (UPP) diimplementasikan di tingkat paling bawah, yakni ranting.
“Semoga dari Rakerpimda, program UPP nanti dapat diturunkan di ranting, di masing-masing cabang,” harapnya.

Pelaksanaan Rakerpimda diikuti seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Pati, perwakilan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom), ketua dan sekretaris UPP yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah. (nay)

HKG PKK Tingkat Kecamatan Mayong, Pj Bupati Jepara Tekankan Penurunan Angka Stunting

JEPARA, Lingkar.news – Perencanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-52 tingkat Kecamatan Mayong tahun 2024 resmi dibuka. Acara dilaksanakan di Balai Desa (Baldes) Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa 21 Mei 2024.

Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyatna menyampaikan ribuan terima kasih atas undangannya, serta apresiasi yang sangat luar biasa untuk pelaksanaan BBGRM ini. Ia mengaku bahwa memang budaya gotong royong tumbuh dari desa dan adanya pondasi swadaya masyarakat dalam pembangunan desa tersebut.

“Selain swadaya membangun desa, kami minta semangat gotong royong juga ditunjukkan dalam bentuk merawat hasil-hasil pembangunan awet serta bisa bermanfaat dalam jangka waktu yang lama,” kata Edy saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Ia menekankan terkait HKG PKK agar lebih serius dalam menekan angka stunting yang ada di Jepara. Tercatat per April 2024, masih ada 4.041 balita stunting atau sekitar 5,99 persen.

“Kami mohon PKK untuk memberi dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menangani kasus ini. Harus bisa zero stunting di Kabupaten Jepara,” tambahnya.

Meski saat ini angka stunting di Jepara menempati peringkat terbaik ke 3 se-Jawa Tengah dan pertama se-eks Karesidenan Pati. Ia mengingatkan untuk segenap elemen yang terlibat agar tidak terlena dan terus mengoptimalkan sumber daya untuk menekan prevalensi tersebut.

Sementara itu, Camat Mayong Umrotun menyampaikan bahwa kegiatan BBGRM Kecamatan Mayong meski diadakan di Desa Tigajuru, tetap melibatkan semua desa yang ada di kecamatan Mayong. Ia menyebutkan ada 18 desa se-Kecamatan Mayong yang terlibat dalam pencanangan BBGRM ini.

“Selain pembukaan BBGRM dan HKG, ada pameran stand khusus UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dari 18 desa di kecamatan Mayong. Dengan menampilkan makanan/produk khas dari masing-masing desa,” kata Umrotun.

Ia menegaskan bahwa tujuan diadakannya bazar UMKM ini untuk meningkatkan perekonomian desa itu sendiri. Terkait penanganan stunting, pihaknya akan menggerakkan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di desa, agar bisa terealisasi bahwa kabupaten Jepara Zero Stunting.

Sebagai informasi, Pj Bupati Jepara Edy Supriyatna hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten Jepara Arif Darmawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor. Turut hadir Camat Mayong Umrotun beserta para Petinggi Desa se-Kecamatan Mayong. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Lingkar.news)

Grebeg Besar Demak 2024 akan Hadirkan Inovasi Baru

DEMAK, Lingkar.news – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahyarini menyebut bahwa terdapat inovasi baru dalam Tradisi Grebeg Besar tahun 2024. 

“Tradisi Grebeg besar akan ada perbedaan dalam iring-iringan tumpeng songo (sembilan), jadi tidak hanya tumpeng songo nanti ada juga 90 gunungan hasil bumi, sehingga total keseluruhan 99 yang maknanya Asmaul Husna,” ujar Endah baru-baru ini. 

Tak hanya itu di dalam Grebeg Besar tahun ini, salah satu tradisi berebut nasi ancak atau ancakan akan diusulkan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tradisi ini turun temurun dari keluarga besar Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak yang dilakukan saat Malam Hari Raya Idul Adha menjelang Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga.

Nasi ancak sendiri merupakan menu khusus yang hanya di sajikan setahun sekali, yaitu berupa nasi putih dengan urapan daun mengkudu, serta lauk ikan asin bakar. 

Sedangkan cara penyajian nasi ancak tersebut biasanya menggunakan daun jati dengan alas anyaman bambu.

“Biasanya dari Kadilangu membuat nasi ancak sebanyak 300 buah, namun khusus tahun ini membuat nasi ancakan sebanyak 521 buah bertepatan sesuai dengan Hari Jadi Kabupaten Demak ke-521,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah mengatakan bahwa Tradisi Grebeg Besar merupakan salah satu tradisi yang ada di Kota Wali yang digelar setahun sekali sebelum Hari Raya Idul Adha. 

Menurutnya, Grebeg Besar tersebut tidak hanya dipertahankan sebagai sebuah tradisi saja, melainkan untuk menarik wisatawan luar daerah. 

“Tradisi ini tidak hanya sebagai tradisi yang dipertahankan, tetapi juga bagaimana dapat menarik minat wisatawan untuk mengikuti prosesi, mengenal, dan mendalami sejarah sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Eisti’anah. 

Disetiap tahunnya, lanjut Eisti’anah, gelaran Grebeg Besar terus diupayakan untuk menciptakan sebuah inovasi baru, sehingga diharapkan dapat lebih menarik minat wisatawan. 

“Dengan berbagai inovasi dan evaluasi tahunan, diharapkan Grebeg Besar 2024 dapat semakin menarik minat wisatawan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Demak,” pungkasnya. 

Sebagai informasi, sebelumnya Grebeg Besar tahun 2023 Kabupaten Demak mencatatkan sebanyak 1.444 sajian Sego Padhetan dan Jamu Coro dalam Rekor Muri Dunia. (Lingkar Network | M Burhanuddin Aslam – Lingkar.news)

Sejumlah Anak Punk Diamankan Satpol PP Demak

DEMAK, Lingkar.news – Sejumlah anak punk diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Demak pada Senin 20 Mei 2024. 

Kabid Prohukda Satpol PP Demak, Sardi mengungkapkan setidaknya 8 anak punk baik laki-laki maupun perempuan didapati di lokasi yang berbeda.

“Saat kami melaksanakan patroli guna menegakkan Perda Kabupaten Demak No 2 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat di Kabupaten Demak mendapati anak punk yang berkeliaran di jalanan,” katanya.

Setelah mengamankan sejumlah anak punk tersebut, sejumlah personel Satpol PP Demak kemudian membawa mereka ke kantor untuk diberikan pembinaan. 

Pihaknya pun menyebut bagi anak punk yang sudah tidak memiliki keluarga ataupun tidak mau dikembalikan ke keluarganya akan diserahkan di panti rehabilitasi. 

“Kita amankan, kita bawa ke kantor untuk diberikan pembinaan yang kemudian akan dikirim ke Panti rehabilitasi di Solo,” terangnya.

Sardi menegaskan bahwa Satpol PP akan mengintensifkan operasi pekat diwilayah Kabupaten Demak. 

“Selanjutnya seperti halnya gelandangan, anak punk untuk diberikan arahan agar mau kembali ke orang tua,” tegasnya. (Lingkar Network | M Burhanuddin Aslam – Lingkar.news)

Personel Bidang Damkar Satpol PP Demak Kembali Eksekusi Tawon Vespa

DEMAK, Lingkar.news – Mendapati laporan terkait adanya sarang tawon vespa yang bersarang di SD N Serangan, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, bidang pemadam kebakaran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten setempat kembali diterjunkan.

Keberadaan sarang tawon yang ada di lingkungan sekolah tersebut dirasa mengganggu aktifitas saat kegiatan belajar mengajar. Sehingga pihak sekolah melaporkan kepada bidang pemadam kebakaran untuk membersihkan sarang sekaligus tawonnya. 

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Demak, Agus Sukiyono menyampaikan bahwa pada Kamis, 16 Mei 2024 bidang damkar menerima laporan dari warga untuk membantu mengeksekusi keberadaan sarang tawon di SDN Serangan. 

“Mendapati laporan tersebut, kami menerjunkan personel melalui bidang damkar untuk segera menindaklanjuti laporan warga terkait itu,” ujar Agus. 

Dalam proses eksekusi sarang tawon tersebut, personel menggunakan api obor untuk membunuh tawon-tawon tersebut, lalu dilanjutkan untuk pembersihan sarangnya. 

“Personel berhasil melalukan proses eksekusi yang berlangsung sekitar kurang lebih 1 jam. Mulai jam 18.00 WIB dan selesai pukul 19.00 WIB,” katanya. 

Agus menambahkan bahwa bidang pemadam kebakaran tidak hanya bertugas untuk melakukan pemadaman api saja, melainkan juga membantu warga khususnya Kabupaten Demak dalam menangani permasalahan seprti mengeksekusi ular dan sarang tawon. 

Tak hanya itu, damkar juga siap membantu proses penyedotan genangan dan pembersihan lumpur pasca banjir serta tuga-tugas rescue lainya. (Lingkar Network | M Burhanuddin Aslam – Lingkar.news)

Kinerja Apik, Masa Tugas Edy Supriyanta Sebagai Pj Bupati Jepara Kembali Diperpanjang

SURAKARTA, Lingkar.newsEdy Supriyanta kembali diberi kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Penjabat (Pj) Bupati Jepara. Perpanjangan masa jabatan tersebut diatur dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3 – 1078 Tahun 2024 tentang Perpanjangan Masa Jabatan Pj Bupati Jepara.

Adapun SK tersebut diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana di Surakarta, pada Minggu, 19 Mei 2024.

Ini adalah kali kedua Edy Supriyanta mendapat perpanjangan masa kerja. Kemampuannya dalam memimpin kota ukir menjadi pertimbangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberikan perpanjangan masa tugas.

Penyerahan SK perpanjangan masa jabatan untuk Edy Supriyanta ini dilakukan bersamaan dengan penyerahan SK Pj Bupati Batang.

Edy Supriyanta merasa bersyukur dan siap kembali menjalankan tugas yang diberikan Kemendagri. Menurutnya, masih ada banyak tugas yang harus diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat Jepara.

“Kita fokus pada tugas-tugas yang diberikan Bapak Presiden, Mendagri, dan Gubernur. Seperti masalah inflasi, pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan stunting,” ujarnya.

Dalam SK itu disebutkan bahwa masa jabatan Pj Bupati Jepara H. Edy Supriyanta akan diperpanjang paling lama satu tahun sejak Surat Keputusan tersebut diterbitkan. Hal ini berlaku hingga Bupati dan Wakil Bupati Jepara hasil Pilkada 2024 ditetapkan.

Sementara itu, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menekankan kepada Pj Bupati Jepara dan Batang tersebut agar memprioritaskan program-program penting.

Program-program tersebut mencakup pengendalian inflasi daerah, penanganan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, penurunan tingkat pengangguran, serta koordinasi persiapan Pilkada Serentak.

Nana mengatakan bahwa rata-rata inflasi di Jateng masih di atas inflasi nasional. Oleh karena itu, setiap daerah diminta untuk terus berkontribusi dalam menekan inflasi di wilayahnya masing-masing.

Selain itu, Pj kepala daerah juga diminta untuk memperhatikan masalah kemiskinan. Diketahui, persentase kemiskinan di Jawa Tengah masih sebesar 10,77 persen; sementara kemiskinan ekstrem mencapai 1,1 persen.

“Pj bupati di masing-masing kabupaten juga harus memperhatikan dan berkontribusi. Ini program prioritas kita. Anggaran untuk kemiskinan ini harus ditingkatkan betul,” katanya.

Terkait dengan masalah kemiskinan, tingkat pengangguran dan tingkat stunting juga tidak boleh diabaikan. Data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Jateng pada Februari 2023-Februari 2024 menunjukkan tren penurunan. Hal ini terkait erat dengan masuknya investor ke Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Nana juga menyarankan agar persiapan Pilkada Serentak dilakukan dengan baik. Salah satunya adalah dengan melakukan koordinasi lintas sektor antara pemerintah dengan TNI, Polri, dan penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu). (Lingkar Network | Lingkar.news)