Arsip Tag: Berita Salatiga

Dispangtan Salatiga Perketat Pengiriman Hewan Kurban, Ini Syaratnya

SALATIGA, Lingkarjateng.id Jelang Idul Adha lalu lintas pengiriman hewan kurban cenderung meningkat. Namun, masyarakat juga perlu mewaspadai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD) pada hewan ternak.

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga meningkatkan pengawasan mobilitas pengiriman hewan ternak jelang Idul Adha 1445 Hijriah.

Kepala Dispangtan Kota Salatiga, Henny Mulyani, mengatakan pengiriman hewan ternak termasuk yang akan digunakan untuk kurban harus disertai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), surat rekomendasi pengeluaran dan pemasukan ke dan dari wilayah lain. Sebab hewan yang dikirim kepada pembeli harus dalam kondisi sehat.

Henny menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas hewan ternak diperketat untuk memastikan sapi maupun kambing bebas dari penyakit.

Ia menyampaikan bahwa pendataan hewan ternak di Salatiga berbasis aplikasi sehingga dapat jelas terekam keluar masuknya hewan dengan titik tujuan yang jelas. 

“Sistem ini akan mempermudah pengecekan dan pemeriksaan oleh petugas,” katanya, Minggu, 26 Mei 2024.

Dispangtan Salatiga akan memfasilitasi pengurusan SKKH dan pemeriksaan hewan ternak dengan mendirikan pos check point hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Jalan Imam Bonjol. Masyarakat bisa menggunakan layanan tersebut pada 15 – 16 Juni 2024.

“Upaya pencegahan penyebaran PMK dan LSD terus kami lakukan. Kami imbau masyarakat yang memiliki hewan ternak seperti sapi dan kambing untuk menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan agar (hewan ternak) terhindar dari penyakit tersebut,” pungkasnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Hasil Survei Elektabilitas Jadi Parameter PKS Usung Jago Pilwalkot Salatiga

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Salatiga membuka penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota pada 20 Mei hingga 2 Juni 2024.

Dalam hal ini, DPD PKS Kota Salatiga menetapkan parameter hasil survei elektabilitas untuk memilih bakal calon pasangan wali kota dan wakil wali kota yang akan diusung.

“Elektabilitas menjadi parameter kami dalam memberikan rekomendasi bakal calon pasangan wali kota dan wakil wali kota. Itu akan kita ketahui dari hasil survei. Siapa yang elektabilitasnya tinggi, bakal calon tersebut yang akan diusung PKS,” kata Ketua DPD PKS Kota Salatiga Latif Nahari pada Sabtu, 25 Mei 2024.

Menurutnya, PKS akan mengusung bakal calon yang dikehendaki oleh masyarakat lantaran memiliki target memenangkan kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwalkot) Salatiga 2024.

Oleh karena itu, dalam proses penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota nanti, PKS akan melakukan survei elektabilitas serta uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Kami akan mencermati visi-misi masing-masing bakal calon. Ini bagian dari upaya untuk mengetahui kompetensi dan integritas bakal calon. Selain itu, kami juga perlu mengetahui sumber daya masing-masing bakal calon untuk pemenangan Pilwalkot,” ujarnya.

Lebih lanjut, Latif mengatakan bahwa internal PKS saat ini juga sedang melakukan penjaringan bakal calon, namun belum mengerucut. Ada dua nama yang sudah muncul, yakni Faras dan Budi Santoso.

Dalam penjaringan, PKS mengedepankan elektabilitas bakal calon. Jadi, jika bakal calon internal memiliki elektabilitas di bawah bakal calon eksternal, maka yang akan diusung adalah bakal calon yang elektabilitasnya tinggi. Menurut Latif, bakal calon yang memiliki elektabilitas tinggi berarti dikehendaki masyarakat.

Dia menyatakan, meski rekomendasi bakal calon pasangan wali kota dan wakil wali kota menjadi kewenangan DPP PKS, namun pihaknya tetap melakukan penjaringan guna mencari sosok bakal calon yang handal dan dikehendaki masyarakat.

“Proses penjaringan dari pendaftaran di DPD PKS, kemudian prosesnya berlanjut ke DPW dan DPP. Nanti yang memberikan rekomendasi DPP,” ucapnya.

Heru Prasetyo, Ketua Penjaringan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga DPD PKS , menjelaskan pengambilan formulir pendaftaran bakal calon bisa diwakilkan. Hanya saja, saat penyerahan kembali formulir pendaftaran harus dilakukan sendiri oleh pendaftar.

“Pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis. Pengembalian formulir dijadwalkan pada 7-9 Juni,” ucapnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Dikucur Dana Pilwalkot Rp13 Miliar, Pj Wali Kota Salatiga Sebut Tidak Terlalu Banyak

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga telah menerima dana hibah untuk penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) 2024 senilai Rp13,02 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Dana tersebut dicairkan dalam dua termin (tahap).

Ketua KPU Kota Salatiga, Yesaya Tiluata, menyatakan bahwa KPU sudah mencairkan dana hibah untuk penyelenggaraan Pilwalkot Salatiga 2024 termin pertama, yakni senilai Rp5 miliar. Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening KPU Kota Salatiga.

“Termin pertama sekitar Rp5 miliar. Sisanya pada termin kedua. Anggaran tersebut (termin pertama) sudah masuk ke rekening KPU. Penggunaannya (anggaran) masih dalam proses,” kata Yesaya pada Kamis, 23 Mei 2024.

Dia menyatakan, dengan adanya dana hibah tersebut pelaksanaan Pilwalkot Salatiga 2024 bisa berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Menurutnya, KPU akan menggunakan anggaran Pilwalkot dengan baik dan sesuai regulasi.

“Kami akan mempertanggungjawabkan kepada publik. Sebab anggaran tersebut tidak bersifat tertutup,” ucapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Yasip Khasani berharap dengan dana hibah tersebut Pilwalkot bisa berjalan dengan lancar. Ia menyebut, anggaran untuk Pilwalkot di Salatiga memang tidak sebesar kota ataupun kebupaten lain.

“Dana hibah Pilwalkot Salatiga 2024 memang tidak terlalu (banyak) karena Salatiga hanya terdiri dari empat kecamatan,” katanya.

Yasip mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara Pilwalkot Salatiga 2024 nanti. Karena, kata dia, suara masyarakat akan menentukan masa depan Kota Salatiga dalam lima tahun ke depan.

“Jangan golput. Masyarakatlah yang menentukan siapa yang bakal menjadi pemimpin Salatiga. Ayo memilih. Kalau memang ada yang bagus pilihlah yang bagus. Kalau memang tidak ada, pilihlah yang terbagus dari yang tidak bagus karena kita perlu pemimpin, jangan sampai kosong,” ujarnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Sudah Punya 6 Calon Internal, PKS Buka Penjaringan Pilwalkot Salatiga Paling Akhir

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Salatiga akan membuka penjaringan bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota pada 31 Mei 2024.

Ketua DPD PKS Kota Salatiga, Latif Nahari, mengatakan pihaknya sengaja membuka pendaftaran paling akhir ketimbang partai politik lainnya untuk menjaring bakal calon yang serius maju melalui partai tersebut.

“Kami akan membuka pendaftaran (penjaringan) secara terbuka pada 31 Mei mendatang. Yang tertarik dan serius dengan PKS silahkan mendaftar,” katanya pada Selasa, 21 Mei 2024.

Menurutnya, DPD PKS Kota Salatiga telah melakukan penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota secara internal. Sejauh ini, kata dia, ada enam nama bakal calon yang terjaring dalam penjaringan tersebut.

“Secara internal kami ada enam nama untuk diusung. Namun, soal rekomendasi urusan DPP,” ujarnya.

Dia menyatakan, PKS berpotensi mengusung sosok muda dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga 2024. Peluang menunjuk kelompok muda itu muncul usai Abdul Fattah Ismail Farras (32) mendaftar sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Salatiga ke DPC PDIP.

Latif menyebutkan, munculnya Farras yang tidak lain adalah anak mantan Wakil Wali Kota Salatiga Muh. Haris itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, apabila kemudian diterima masyarakat, PKS sangat mungkin memberikan rekomendasi kepada Farras.

“Kalau masyarakat menghendaki kader muda yang masih fresh, PKS bisa memberikan rekomendasi. Kami akan mengakomodasi keinginan masyarakat,” ucapnya.

Latif menjelaskan, munculnya sosok Farras yang digadang dapat meraup suara kelompok muda serta sesuai dengan keinginan masyarakat bakal ditindaklanjuti melalui survei ilmiah.

“Apabila DPP PKS mengeluarkan rekomendasi yang menunjuk anak muda sangat berpeluang bakal diusung,” tandasnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Calon Terpilih Anggota DPRD Kota Salatiga Belum Lapor LHKPN, Ini Kata KPU

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga meminta calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) wilayah setempat untuk segera melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun batas akhir pelaporan LHKPN, yakni 25 Mei 2025.

Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata menyatakan, LHKPN merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi semua calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga.

Menurutnya, apabila hingga batas akhir waktu pelaporan terdapat calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga yang belum melaporkan LHKPN ke KPK, maka pelantikan belum bisa dilaksanakan.

“Setiap calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga wajib melaporkan LHKPN ke KPK. Sedangkan batas akhir pelaporan tanggal 25 Mei. Karena itu minta kepada semua calon terpilih anggota DPRD segera melaporkan LHKPN ke KPK,” katanya pada Selasa, 21 Mei 2024.

Yesaya menjelaskan, berdasarkan Pasal 52 ayat (1) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum, bahwa sebelum disampaikan calon terpilih anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, calon terpilih yang bersangkutan wajib melaporkan harta kekayaan kepada instansi yang berwenang. Sehingga, menurut dia, tidak ada alasan bagi calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga tidak menaati ketentuan tersebut.

Yesaya mengatakan, hingga Senin, 20 Mei 2024, belum ada satu pun calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga yang melaporkan LHKPN ke KPK. Untuk itu, ia berharap agar sebelum batas akhir pelaporan semua calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga sudah melaporkan LHKPN.

“Jika ada satu saja calon terpilih anggota DPRD Kota Salatiga yang tidak melaporkan harta kekayaan ke KPK, maka pelantikan tidak bisa dilaksanakan. Pelantikan bisa dilaksanakan apabila semua persyaratan sudah dipenuhi calon terpilih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yesaya mengatakan bahwa KPU sudah berkirim surat ke semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Salatiga perihal pemberitahuan LHKPN calon anggota DPRD terpilih.

“Surat sudah kami layangkan ke partai politik. Suratnya tertanggal 14 Mei 2024. Kami minta partai politik menindaklanjuti surat kami dan semua calon terpilih segera melaporkan harta kekayaannya ke KPK,” tandasnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Lestarikan Kesenian Lokal, Festival Drumblek Masuk Kalender Event Kota Salatiga

SALATIGA, Lingkarjateng.id Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memasukkan kesenian musik drumblek dalam kalender event tahunan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian dan mengembangkan kesenian tradisional tersebut.

Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menginginkan kesenian drumblek terus berkembang dan dikolaborasikan dengan kesenian lain seperti Tari Bulkeo.

“Festival drumblek sudah menjadi event tahunan karena sudah masuk kalender event. Kami berharap festival ini dapat berkembang dan diakui secara nasional,” ujarnya, Senin, 20 Mei 2024.

Yasip juga berharap festival drumblek bisa menjadi kesenian yang diselenggarakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam dua hingga tiga tahun kedepan.

“Kesenian Drumblek juga diharapkan dapat menjadi sajian utama pada puncak peringatan HUT Provinsi Jateng tahun 2024 yang digelar di Kota Salatiga mendatang,” ujarnya.

Drumblek, kata Yasip, merupakan kesenian yang masih terjaga keasliannya. Oleh karena itu pihaknya meminta para seniman drumblek untuk bisa bekerjasama dan berkolaborasi agar seni musik drumblek lebih artistik.

“Semoga drumblek makin bagus dan dapat dikolaborasikan dengan kesenian lain seperti tari Bulkeo dari Tingkir,” ucapnya.

Sedangkan Tari Bulkeo merupakan tarian yang dikembangkan di wilayah Kecamatan Tingkir. Tarian ini merupakan warisan dari pasukan Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda di Magelang. 

Saat itu, ketika Pangeran Diponegoro akan berunding dengan Belanda, terdapat satu syarat bahwa pasukan Diponegoro harus berjarak satu malam dari tempat perundingan. Maka Kota Salatiga merupakan lokasi yang dipilih untuk menempatkan pasukan. 

Kini tarian tradisional tersebut dipelajari dan dikembangkan sebagai salah satu tarian khas Kota Salatiga.

“Berawal dari pasukan inilah tarian Bulkeo muncul di Kota Salatiga. Jika Drumblek dan Bulkeo dapat berkolaborasi maka akan terwujud kesenian khas yang merupakan warisan budaya tak benda dari Kota Salatiga,” pungkasnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Ketua MUI Salatiga Mundur dari Pencalonan Pilwalkot

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Salatiga KH Agus Suaidi menyatakan mundar dari kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Salatiga 2024.

Agus mundur menyusul adanya penolakan dari sejumlah tokoh dan kiai mewakili organisasi masyarakat berbasis Islam Nahdlatul Ulama (NU) yang menolaknya mendaftar sebagai bakal calon wali kota ke PDIP.

“Setelah saya menerima banyak masukan dan merenung selama seminggu, akhirnya pada jadwal pengembalian formulir saya putuskan mundur,” katanya, Senin (20/5)

Agus Suaidi mengatakan, dirinya maju sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Salatiga melalui PDIP mendampingi kader PDIP Hartoko Budiono atas pertimbangan mendalam.

Namun setelah mengambil formulir pendaftaran bakal calon wakil wali kota di Kantor DPC PDIP Kota Salatiga, dirinya banyak mendengar masukan.

Ia menjelaskan, alasan mundur dari bursa pencalonan juga karena adanya respons bernada penolakan dari organisasi NU.

NU sendiri, lanjutnya, menghendaki dirinya maju sebagai bakal calon wali kota bukan wakil wali kota.

Adapun alasan ia berani maju mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil wali kota melalui PDIP Salatiga atas dorongan Hartoko Budhiono.

“Saya melihat Mas Hartoko punya niat baik. Kemudian saya pertimbangkan. Mungkin ke politik membuat saya bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat,” kata akademisi UIN Salatiga ini.

Agus menyebut, walau akhirnya memutuskan mundur secara pribadi sangat mengapresiasi berbagai pihak karena telah melirik dirinya. Selanjutnya, jika muncul tawaran dari partai lain bakal melakukan pertimbangan mendalam.

Diberitakan sebelumnya, Hartoko Budhiono dan KH Agus Ahmad Suaidi mengambil formulir bakal calon wali kota dan wakil wali kota Salatiga di Kantor DPC PDIP Kota Salatiga pada Minggu (12/5/2024).

Hanya, pendaftaran Agus Ahmad Suaidi dipersoalkan NU. Para kiai dan Masyayikh NU Kota Salatiga menolak karena menilai Agus lebih cocok sebagai Wali Kota Salatiga, bukan sebagai Wakil Wali Kota Salatiga. (Lingkar Network | Angga Rossa – Lingkarjateng.id)

Kader PKS Salatiga Daftar Balon Wakil Wali Kota ke PDIP

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Kader PKS Abdul Fattah Ismail Farras resmi mendaftar sebagai bakal calon wakil wali kota Salatiga ke PDIP.

Putra sulung mantan Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris ini, telah menyerahkan berkas pendaftaran kepada tim penjaringan PDIP pada Minggu (19/5).

“Kedatangan kami ke Kantor DPC PDIP Kota Salatiga untuk bersilaturahmi atas dasar niat dan tujuan yang baik. Tujuan yang baik untuk memajukan Kota Salatiga tersebut tentu membutuhkan sinergitas dan kolaborasi semua pihak. Kami siap menang dan mohon doa restunya,” kata Farras.

Terpisah, Ketua DPD PKS Kota Salatiga Latif Nahari mengatakan, secara resmi, DPP PKS belum menerbitkan rekomendasi terkait sosok yang akan diusung PKS pada kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga 2024.

Namun DPD PKS Kota Salatiga memberikan izin kepada para kader yang akan mengikuti penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Salatiga periode 2024 – 2029 yang dibuka PDIP.

“DPP (PKS) belum mengeluarkan rekomendasi sosok bakal calon wali kota dan wakil wali kota Salatiga. Namun, karena akhir penyerahan berkas pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota di PDIP pada 19 Mei, maka kader DPD PKS mengizinkan para kader mendaftar ke PDIP secara pribadi,” terangnya, Senin (20/5).

Ia menyatakan, ada dua kader PKS Salatiga yang mendaftar ke PDIP. Yakni Budi Santoso dan Abdul Fattah Ismail Farras.

Sebelum mendaftar ke PDIP, menurut Latif Nahari, kedua kader PKS tersebut telah meminta izin partai.

Disinggung soal kader muda dari PKS yang siap bertanding di bursa Pilwalkot Salatiga 2024, Latif menyatakan, sebagian besar kader PKS adalah kalangan anak muda. Mereka merupakan kader yang siap berkontribusi membangun Salatiga ke depan lebih baik.

“Nah soal siapa nanti yang akan diusung PKS, kami masih melakukan pembahasan internal. Kami juga akan melakukan survei popularitas dan elektabilitas kandidat dari PKS. Kalau memang kader muda PKS dikehendaki oleh masyarakat, ya pasti kita dukung. Dalam hal ini, kami juga mempertimbangkan keinginan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Dance Ishak Palit menyambut hangat dan mengucapkan terima kasih kepada Farras sebagai kader PKS atas kepercayaannya mengikuti penjaringan bakal calon wakil wali kota melalui PDIP.

“Hasil penjaringan ini akan kami sampaikan kepada DPD dan juga DPP untuk selanjutnya dilakukan fit dan proper test sebagimana tahapan yang sudah dirumuskan,” tandasnya. (Lingkar Network | Angga Rossa – Lingkarjateng.id)

Pengusaha dan Mantan Pj Wali Kota Resmi  Daftar Balon Wali Kota Salatiga di PDIP

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Mantan Penjabat (Pj) Walikota Salatiga Sinoeng Nugroho Rachmadi dan pengusaha perhotelan Thomas Suyanto mengikuti penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Salatiga yang dibuka DPC PDIP Salatiga.

Mereka berdua, Sabtu (18/5), menyerahkan berkas pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Pendaftaran di Kantor DPC PDIP Kota Salatiga.

Thomas yang juga politisi Partai NasDem ini menyatakan, yakin bakal diusung PDIP dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Salatiga 2024.

“Saya optimis bakal mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Kalau tidak optimis mendingan tidak usah maju (Pilwalkot),” katanya, Sabtu (18/5).

Ia menerangkan, pengembalian berkas pendaftaran bagian dari sarana membangun komunikasi politik. Selain ke PDIP, yang pasti juga mencoba  melalui Partai Nasdem.

Ia menyebutkan, untuk visi dan misi akan disampaikan setelah mendapatkan pasangan beserta partai politik koalisi pengusung.

“Nanti yang lainnya akan dilihat ke depan. Secara komunikasi masih berproses dan optimis mendapatkan rekomendasi,” katanya.

Sementara itu, mantan Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi menyatakan keseriusan maju dalam kontestasi Pilwakot Salatiga 2024.

“Saya juga menyertakan surat pengunduran diri dari ASN yang telah ditandatangani Sekda Jateng Sumarno. Pernyataan mundur saya per 30 April 2024,” ujarnya.

Dia mengatakan, mundur dari ASN setelah melakukan konsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng.

Selain proses mundur sebagai komitmen maju Pilwalkot juga agar partai pengusung bisa memberikan rekomendasi.

Sinoeng menyebutkan, apabila terpilih menjadi Walikota Salatiga ingin mewujudkan visi Salatiga Kota Hati Beriman, berkarakter serta berbasis budaya.

“Urusan pasangan calon sepenuhnya diserahkan kepada partai politik pengusung. Adapun garis besar pendamping diutamakan sevisi dan memiliki komitmen sama,” ucapnya. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)

Pemkot Salatiga Dorong Anak Penyandang Disabilitas Terus Berkarya

SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyediakan wadah untuk menampung inspirasi anak penyandang disabilitas. Ini untuk mendorong mereka agar terus berkarya dan mengembangkan potensi.

Dorongan tersebut telah direalisasikan dengan berbagai program. Salah satunya gebyar inklusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Salatiga di halaman kantor instansi tersebut pada Kamis, (16/5).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi tahunan serta sebagai penguatan pelaksanaan pendidikan inklusif di Kota Salatiga.

Selain itu, kegiatan ini merupakan wadah untuk menampung inspirasi penyandang disabilitas agar terus berkarya, mengembangkan potensi dan keterampilan sehingga dapat mandiri.

Pj. Wali Kota Salatiga Yasip Khasani menegaskan bahwa Salatiga telah dicanangkan sebagai kota inklusif sejak  2012 silam.

Gebyar inklusi ini wujud dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas serta mendorong keterlibatan pemangku kepentingan dalam melaksanakan pendidikan inklusi.

“Pendidikan inklusif artinya sekolah harus menerima dan mengakomodir semua anak tanpa terkecuali apapun kondisi anak. Meskipun ada perbedaan fisik, intelektual, sosial, emosional, bahasa dan kondisi-kondisi yang lain. Termasuk anak penyandang disabilitas, anak jalanan, anak yang bekerja, anak dari etnis budaya bahasa minoritas, dan kelompok anak yang kurang beruntung dan terpinggirkan sehingga terwujud one school for all,” kata Yasip.

Bunda PAUD Kota Salatiga Anita Nofiana menyatakan, gebyar inklusi menjadi momentum penting untuk meningkatkan rasa peduli, rasa menghormati keberagaman, serta sebagai sarana pengenalan pendidikan inklusi untuk anak usia dini.

“Inklusi bukan sekedar konsep, namun sebuah komitmen untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan menyenangkan bagi setiap anak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Nunuk Dartini mengungkapkan pentingnya penyelenggaraan kegiatan ini.

Terwujudnya pendidikan Inklusi ini memiliki arti penting dimana setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, untuk tumbuh berkembang serta dapat mengekspresikan diri sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimilikinya.

“Dukungan dan motivasi ini penting untuk kelangsungan pendidikan inklusi di Kota Salatiga,” tandasnya. (Lingkar Network | Angga Rossa – Lingkarjateng.id)